Selang beberapa minggu setelah peluncuran Lenovo Vibe P1 Turbo, Lenovo kembali
menggelar sebuah media day yang sekaligus menjajal smartphone terbarunya. Kali
ini, Lenovo mengundang beberapa media untuk menguji seberapa tangguh sebuah
smartphone yang memiliki baterai 5000 mAh untuk dipakai dalam bekerja dan
bermain. Untuk itu, Lenovo pun membawa para awak media ke Sirkuit Sentul pada
tanggal 17 Februari 2016.
Mengapa Sirkuit
Sentul? Selain karena Lenovo ingin menyamakan seri Turbo dengan sebuah mobil
balap, ternyata para awak media diminta untuk mengambil beberapa video. Video
tersebut pun diminta untuk diedit secara langsung. Sebagai informasi, editing
video tentu akan menguras tenaga prosesor, GPU, serta ruang memori yang ada.
Tentu saja hal ini akan sangat mengurasi baterai.
CHIP pun menguji
dengan membuat dua buah video berdurasi 15 detik untuk dimuat di Instagram.
Tentunya, dalam mengambil video, CHIP mengambil beberapa kali adegan dan
melakukan editing seperti trimming, transcoding, dan rendering. Hasilnya,
smartphone yang menggunakan Snapdragon 615 dan RAM 3 GB ini pun dapat melakukan
tugasnya dengan baik. CHIP mendapati baterai habis sebanyak 45% (tersisa 55%)
setelah smartphone ini di"bully" selama hampir 3 jam pengambilan
gambar.
Untuk P1 Turbo sendiri,
Lenovo mengatakan bahwa smartphone ini telah habis tidak tersisa pada toko-toko
online yang bekerja sama. Akan tetapi, Lenovo pun juga akan membuat smartphone
ini tersedia secara offline, mengingat animo masyarakat yang menginginkan
smartphone dengan baterai berkapasitas besar.
Sumber : chip,co.id
Jakarta - Bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan
warga AS untuk memboikot Apple. Seruan ini dilontarkan Trump terkait penolakan
raksasa teknologi AS itu untuk membuka kode keamanan iPhone milik seorang
tersangka serangan penembakan di San Bernardino tahun 2015 lalu.
Apple telah
menolak permintaan pemerintah AS untuk membantu membuka kode enkripsi ponsel
iPhone milik tersangka serangan San Bernardino, sebagai bagian dari
penyelidikan serangan tersebut.
Pemerintah AS
pun telah meminta pengadilan untuk memerintahkan Apple membantu memecahkan kode
enkripsi tersebut. Namun meski telah ada perintah pengadilan, Apple bersikeras
menolaknya. Apple menegaskan, pihaknya tak akan membantu membuka kode enkripsi
telepon genggam tersebut, dengan menyebut alasan privasi untuk pengguna.
"Apple
harus memberikan kode keamanan untuk telepon itu, OK?" kata Trump saat
acara kampanye di Pawleys Island, South Carolina.
"Saya
pikir, apa yang harus kalian lakukan adalah memboikot Apple sampai waktunya
mereka memberikan kode keamanan itu," tutur kandidat unggulan Partai
Republik itu seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/2/2016).
"Saya
pikir begitu. Boikot Apple," cetus Trump.
Trump pun
mengecam direktur eksekutif Apple, Tim Cook atas penolakannya tersebut. Menurut
miliarder AS itu, Cook hanya ingin menunjukkan betapa liberalnya dirinya.
Tersangka
penembakan San Bernardino, Syed Farook, bekerja untuk pemerintah wilayah
California ketika serangan penembakan itu terjadi pada Desember 2015 lalu.
Sebanyak 14 orang tewas dalam serangan itu.(ita/asj)
Jakarta - Tak melulu soal penampakan, bocoran Galaxy S7 kali ini bicara
soal fitur di layarnya. Calon flagship Samsung ini disebut akan dibekali layar
yang tak pernah mati. Maksudnya?
Jadi kalau
biasanya layar ponsel akan mati selepas penggunanya menekan tombol
power/standby, layar Galaxy S7 disebut bakal tetap beroperasi dengan daya yang
sangat rendah. Namun tampilannya memang jadi mentok cuma bisa menmpilkan warna
hitam dan putih.
Karena cuma
bisa menampilkan dua warna netral tersebut, dalam kondisi ini layar Galaxy S7
pun disebut hanya akan menampilkan notifikasi bagi penggunanya, seperti
WhatsApp, BBM, email, dan yang lainnya.
Sebenarnya
teknologi layar ini bukanlah hal baru. Perangkat seperti YotaPhone dan smartch
Pebble telah membenamkam layar yang dinamai Always-On ini. Di YotaPhone layar
Always-On yang berteknologi Electronic Paper Display (EPD) atau yang populer
dengan sebutan E-Ink ini diposisikan sebagai layar keduanya.
Namun karena
Samsung belum punya rencana membenamkan layar kedua di Galaxy S7, kabarnya
produsen Korea Selatan ini ingin melebur teknologi Always-On ke dalam layar
besutannya sendiri yang berbasis OLED.
Yang membuatnya
mungkin, karena untuk membuat warna hitam di layar OLED hanya perlu mematikan
backlight-nya. Di sisi daya, konsumsinya juga dipastikan bisa ditekan sangat
signifikan. Berbeda dengan layar LCD yang masih butuh backlight meski ketika
layar menampilkan warna hitam.
Meski demikian
informasi ini masih sebatas spekulasi. Pembuktiannya akan terjawab pada 21
Februari mendatang yang disebut-sebut sebagai waktu kelahiran Galaxy S7.
Produsen lain yang kabarnya juga akan membenamkan teknologi layar Always-On di
flagship-nya dalam waktu dekat ini adalah LG di G5.
Jakarta - Jelang
peluncuran Mi 5 pekan depan, rumor mengenai ponsel flagship Xiaomi ini masih
terus mengalir deras. Tiap hari ada saja yang muncul, kabar terbaru menyebutkan
penerus Mi 4 ini mengusung RAM yang lebih besar.
Sebuah postingan di laman Weibo mengungkap Mi 5
akan hadir dalam varian super high-end. Ponsel itu katanya bakal memiliki
spesifikasi superior dari versi regulernya.
Dilansir
dari Gizmochina, Sabtu(20/2/2016), Xiaomi bakal membenamkan RAM 6GB.
Sementara di sektor prosesornya masih tetap sama, menggunakan Snapdragon 820
berkecepatan 2,5 GHz.
Disebutkan
pula ponsel Mi 5 versi superior ini akan memiliki layar 5,2 inch dengan
resolusi FHD. Selain itu bodinya akan mengusung material metal alhasil
membuatnya makin terkesan premium.
Tak
ketinggalan si pengunggah turut menyebutkan harga jualnya. Dikatakannya varian
standar Mi 5 (RAM 4 GB dan storage 32 GB) dibandrol 1999 yuan atau sekitar Rp
4,1 juta, sementara varian high-end (RAM 6 GB dan storage 64 GB) akan dijual
seharga 2499 yuan atau sekitar Rp 5,1 juta.
Bila
kabar ini benar, maka Mi 5 akan menjadi salah satu ponsel pertama yang
mengusung RAM 6GB. Sebelumnya dirumorkan Huawei P9, Vivo XPlay 5 dan Galaxy
Note 6 akan pula mengusung RAM dengan kapasitas yang sama.
Untuk
membuktikan akan hal ini, kita tunggu saja pengumuman resminya pada 24 Februari
mendatang. Di hari itu, Xiaomi akan merilis Mi 5 di perhelatan Mobile World
Congress (MWC) 2016 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol.
Kejadian mengharukan terjadi di Hanwu Bridge, Handan, Provinsi
Henan, China. Dua orang polisi tampak berlutut ketika hendak menilang seorang
ibu dan anaknya yang mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Dilansir dari media sosial paling popular di China, Weibo,
semula dua Polisi tersebut menjelaskan alasan menilang. Namun pengendara yang
bernama Feng Dong dan ibunya malah berlutut dan memohon agar jangan ditilang.
Tanpa diduga, demi tidak
mengurangi kesopanan dan tetap menegakkan peraturan, kedua polisi tersebut ikut
berlutut. Kedua polisi itu melanjutkan memberi pengarahan bagi Feng Dong dan
ibunya akan pentingnya patuh terhadap peraturan berlalu lintas dengan tidak
mengendarai sambil mabuk.
Walaupun Feng Dong dan ibunya
berlutut kepada polisi, tapi polisi tersebut tetap menilang mereka dengan denda
sebesar 1000 RMB atau setara dengan Rp. 2.200.000.
Aksi kedua polisi lalu lintas
itu kemudian diabadikan dan diunggah hingga menjadi popular di media sosial
Weibo. Banyak dari netizen yang mengapresiasi integritas kedua polisi tersebut.
Biar bagaimanapun aturan tetap aturan yang hukumnya wajib ditegakkan. Sementara
menghormati orang yang lebih tua merupakan bentuk kewajiban yang lain.
(war)
Sumber : liputan6.com
.